Minggu, 19 Juni 2011

kangen

tiga minggu stay di Baturaja benar-benar berkesan bagi saya. hwaa saya kangeeeeen..  i really do!

kangen michelle, partner bobo saya..kemana-mana berdua, nungguin saya mandi, nemenin saya makan, beliin saya buah-buahan ketika saya sakit, selalu menghibur ketika saya galau, suka motret, dan setia membukakan kunci pintu kamar saat saya baru pulang tengah malam.. haha, ternyata saya merepotkan sekali jadi orang ya =P michelle yang badannya terbuat dari besi alias gak pernah capek walau bagaimanapun keadaan di sana.. saluuutt! sangat bertolak belakang dengan saya yang loyo ini. kosakata "pong pong", "tembikai", "bobok", "giler", "emang gue bermasalah sama loe?" sangat in ketika itu, hahaha lucu sekali..

kangen kak andrwe, partner in crime saya dan michelle..penghuni kamar sebelah yang selalu eksis di tiap jepretan kamera! hahaha..kocak sekalii. tapi cerita mengenaskan ketika di sana adalah saat kak andrwe baru sadar bahwa pakaian dalamnya hanya tinggal yang dia pakai sekarang! hwoahahaha..ngakak mampus kita dibuatnya. atas dasar kemanusiaan, saya dan michelle menemani kak andrwe ke ramayana buat nyari pakaian dalam! parahnya, dia membutuhkan waktu hampir satu jam dan naik turun eskalator DEMI mendapatkan harga pakaian dalam lebih murah beberapa ribu rupiah saja! ajaib..

kangen kak ilham, sang penyedia logistik :D "kak,minta popmie dong.." | "ambil aja.." | "kak, minta buah doong.." | "ambil aja..ada apel, jeruk sama pear.." | "kalo kopi kak?" | "ada..ambil aja.."| hahaha..bener-bener deh ahh..berasa doraemon, apa aja ada,ckck..hehe. kak ilham juga berperan besar nih dalam kelancaran transportasi karena kak ilham satu-satunya yang biasa nyetir ke luar kota, jadinya pas mau jalan-jalan, kak ilham selalu didaulat jadi sopirnya..coba kalau saya yang jadi sopir, pasti gak ada yang mau berangkat :P

kangen kak iman, yang suka ngasih kode-kode rahasia haha. "Di, ada nggak?" | "hah? apaan kak? pasien? ya ada lah.." | "lemper Di..laper gue.." | *garuk kepala. kakak yang satu ini emang agak unik ya, bawaan laper terus. suka tiba-tiba nongol dan tiba-tiba hilang. di saat saya lagi jumpalitan nyari pasien untuk ujian, kak iman malah ketawa ketawa gak jelas.."pake lipstik sama bedak, Di..jangan lupa ya.." zzz siaaal :D kak iman juga yang menghandle saya total ketika saya sakit huhu, makasih banyak ya kak..

kangen kak pipit dan kak yin, partner cerita dan gosip di bilik kamar sebelah hihi. mereka berdua kemana-mana selalu bareng. waww..tak terpisahkan. senang deh bisa sama-sama mereka, walau cuma 3 minggu. kak pipit dan kak yin juga yang me-rumple leed saya ketika fase akut sakit saya, yang kemudian ditegakkan sebagai tersangka DBD. haiisshh.. kangen sekali..

kangen geng "joooms" yang berisikan kak winda, kak ulva, kak okky, dan kak heni. kalau lagi kumpul, pasti heboh satu kamar! apalagi kak winda yang suka bikin sensasi haha. sering geleng-geleng kepala saya dibuatnya. sharing tentang make-up, love life, dan sampai jamur kulit pun jadi menyenangkan :) hmm..

kangen kak jaya dan sahara, perpanjangan tangan dari Tuhan yang telah menyelamatkan saya dari kondisi minim air hehe. makasih ya ara tumpangan kamar mandinya. kak jaya, makasih untuk tebengan dan segala bantuannya selama di baturaja,hehe sangat berkesan dan sangat membantu. next time if i have chance, i'll pay it back :)



sukses untuk kita semua :)


miss you all, my family


ting tong

seharian ini saya galau di rumah. bukan lantaran tidak ada kerjaan, namun pikiran saya seperti "mengambang" entah dimana. saya menjadi tidak fokus. susah berkonsentrasi. susah ngapa-ngapain. makan salah. tidur salah. nonton tv salah. ngenet pun jadi salah. hahh..benar-benar aneh..

sejujurnya, semenjak bahasan saya dan badboy pada sabtu dini hari mengenai anak kembarnya mengusik pikiran saya. saya juga heran, tak pernah sebelumnya saya merasa se-terganggu ini. sepertinya saya..

ehm.. i think by now i am starting to think about marriage and building a family :) it'll be so sweet..

saya berpikir, sudah hampir 22 tahun saya hidup, namun baru kali ini jiwa (mungkin bisa disebut) keibuan saya pelan-pelan muncul. ya, benar-benar ajaib si badboy itu. setiap pembicaraan selalu menginspirasi saya. padahal siapa dia? toh cuma badboy (luar) biasa.


badboy..i heart youuu!!


 

Sabtu, 18 Juni 2011

bad boy turns into a good father

semalam saya bertukar cerita dengan seorang bad boy. yaah, bukan bad boy dalam arti "bandit pasar" ataupun "preman" ya, tapi saya mengistilahkan bad boy di sini karena untuk ukuran seseorang yang well-educated, dia memang mempunyai level ke-badung-an agak di atas rata-rata, hehe =P

well, sebetulnya saya terkesan dengan bahasan kami semalam. mengenai keluarga kecil yang ia bangun sekitar lima tahunan terkahir. saya tahu sekali bagaimana repotnya dia membagi waktu antara karir-pendidikan-keluarga agar berjalan pada satu sumbu secara bersamaan. dan saya juga tahu betapa tersiksanya dia harus tinggal berjauhan dengan keluarga kecilnya itu. tapi, selama ini, semua hal "manusiawi" seperti itu tertutupi oleh ke-badung-an dia yang selama ini tampak di permukaan, makanya saya sangat terharu ketika membahas mengenai keluarganya.

yang selama ini saya kenal, badboy adalah seseorang yang "masa bodoh" dengan urusan orang lain. tidak pedulian. cuek bebek. loe-loe, gue-gue. namun, semalam semuanya berubah. saya seperti tidak mengenali dengan siapa saya sedang bercerita. dia merasa menyesal dan sayang sekali tidak dapat mengikuti step demi step perkembangan anak kembarnya setiap hari. tahu-tahu sudah mau sekolah ke playgroup. tahu-tahu sudah bisa ini-itu. tahu-tahu sudah tumbuh besar. sedih sekali rasanya menangguhkan keinginan untuk berkumpul dengan keluarga demi karir dan masa depan anak-anaknya. padahal di setiap harinya dia mengabdikan diri untuk mengupayakan perbaikan kesehatan anak-anak orang lain (yang bahkan tidak ada yang dia kenal). miris sekali, pikir saya suatu saat. apa boleh buat, satu-satunya cara adalah dengan bolak-balik Palembang-Lampung setiap weekend demi memeluk dan berkumpul bersama walaupun hanya satu hari.

oh my goodness..saya tidak pernah mengetahui bahwa ada sedikit rasa bersalah dan kesabaran luar biasa pada diri seorang badung seperti dia. ternyata..

badboy yang selama ini saya kenal, semalam menunjukkan sosoknya sebagai seorang ayah yang baik, bertanggung jawab, dan mengupayakan yang terbaik untuk keluarganya. saya salut. benar-benar salut. jarang saya menemui orang seperti ini.


badboy turns into a good father             -  (thanks to Michelle Eng Mi Lin for the term :P )

Sabtu, 11 Juni 2011

yang pertama selalu berkesan

~
saya membuka laptop..membuka folder mp3, dan lagu The Hardest Day langsung terlihat lebih menyolok dari deretan judul lagu yang lain.. saya memakai headphone dan mulai mendengarkan. ya, lagu ini pernah menjadi bagian dari perjalanan saya.. i love those moments, i love this song, i love the people around me, and i love your kindness to me. saya ingat, lagu ini pernah mengalun di dalam mobil yang saya dan orang-orang yang saya cintai pakai ketika kami, dengan penuh rasa memiliki, mencari santap malam hingga hampir keluar kota..ya, hanya untuk mencari santap malam.. *gonna miss you guys*
~


selalu bingung harus mulai menulis dari mana. saya tiba tiba saja ingin menuliskan cerita-cerita selama saya kurang lebih dua bulan menjalani kepaniteraan senior di bagian ilmu kesehatan anak di RSMH. air mata sedih maupun bahagia sudah keluar dari pelupuk mata saya. keadaan dunia yang hampir jungkir balik karena saya super kelelahan dan sangat membutuhkan waktu tidur walaupun hanya beberapa menit saja juga sudah saya rasakan. nafsu makan saya yang meningkat secara gila-gilaan namun berat badan saya justru turun hingga 5 kilo juga pernah terjadi (padahal saya hampir tiap malam makan satu bungkus nasi padang,ckck). semuanya di sini..

rotasi kepaniteraan saya dimulai dari departemen ilmu kesehatan anak. satu hari sebelum rotasi dimulai, saya terus terang tidak bisa tidur lantaran cemas..why? karena hampir seluruh koas yang sudah lebih dahulu "mencicipi" rumah sakit berkata "stase mayor yang paling berat adalah ilmu kesehatan anak" mati lah saya..saya masih sangat junior sudah dapat stase yang berat. tidaaaak! mata saya tak bisa terpejam malam itu..

hari perdana. selagi menunggu rombongan koas yang lain, saya sempat mengobrol-ngobrol sebentar dengan salah satu koas yang telah "digembleng" selama 2 bulan sebelumnya. dia hanya berkata "nangis-nangis deh kalian disini.." sambil senyum asem. what?! sebegitu menyeramkan kah?? makin mau copot jantung saya. masa bodoh amat lah, apapun yang terjadi ya jalani saja, pikir saya kala itu.

dan ternyata 3 jam dari perbincangan saya dengan koas sebelumnya tadi, saya sudah bisa merasakan dahsyatnya perputaran dunia di sini. semua harus serba cepat. serba cermat. serba gesit. serba teliti. serba perfect. serba ini dan serba itu. saya terus terang sudah menyerah pada hari pertama, rasanya saya belum terlatih untuk menghadapi stressor yang cukup besar seperti itu. wajar toh karena saya belum mempunyai pengalaman apa-apa dalam dunia per-koas-an. tapi, sepertinya setiap departemen tidak menerima alasan childish seperti itu. sekali anda bertitel koas, anda sudah harus siap dengan segala tanggung jawab yang ada, terhadap pasien, diri sendiri, dan orang lain. kurang lebih seperti itu lah.

seperti yang lainnya, saya juga kebagian jadwal jaga malam. yayy..jadwal jaga pertama saya adalah ruang neonatus (bayi yang berumur 0-27 hari). Tuhaan..apa ini? saya sumpah demi apa, benar-benar bingung ketika jam jaga mulai dan saya berhadapan dengan sekitar lebih dari 25 neonatus yang sedang butuh perawatan dan pengobatan ekstra teliti di sini. saya yang masih sangat "buta" hanya bisa berdoa beberapa menit dan berusaha menenangkan diri. saya bertanya kepada kakak residen di sana, dan order pertama saya adalah "dek, batasin cairan untuk bayi-bayinya ya.." jreng jreeng..mana saya tahu cara membatasi cairan? cairan apa yang dipakai? berapa tetesan infus permenitnya? dan sampai berapa lama cairan dibatasi? kalau cairannya berlebihan atau kekurangan, apakah yang bakal terjadi? bayi ini jam sekian harus dikasih infus jenis ini, bayi yang itu harus masuk transfusi sekian cc, bayi yang sana jangan sampai dehidrasi, bayi A jangan sampai hipotermi, bayi B harus dipantau tiap sekian jam, bayi C dipasang NGT (selang yang dimasukkan dari hidung langsung ke dalam lambung), dan lain lain. oh noo! satu lagi, saya selama ini berpikir bayi adalah manusia kecil yang menggemaskan. namun, di sini pandangan saya berubah total. saya baru kali ini melihat bayi dengan kadar bilirubin yang teramat tinggi sehinga sekujur tubuhnya berwarna kuning, benar-benar kuning seperti stabilo (i miss you, shifa. how are you 'lil baby?), bayi dengan meningo-encephalocelle (bagian otaknya ada di luar tempurung kepala), bayi prematur berusia 2 jam dengan gastroschizis, bayi-bayi sepsis (kadar kuman dalam darah yang teramat tinggi), bayi-bayi yang harus menerima transfusi PRC ataupun Tc sesegera mungkin.. oh tidak..saya tidak sanggup menyebutkan satu per satu. intinya adalah saya sangat merasa tertantang dan lama-kelamaan saya menyukai ruangan neonatus. saya bertemu dengan ibu-ibu bayi..kenalan, ngobrol-ngobrol, dan tak jarang saya menjadi tempat curahan hati mereka.. inilah yang bisa melegakan hati saya, ketika kita menyadari bahwa ternyata kita bisa menolong dan bermanfaat untuk orang lain.

di sini saya juga mendapat pengalaman berharga menyuntik imunisasi terhadap bayi-bayi yang baru lahir :) uwwoo..saya senang sekali! saya berhasil memberkan vaksin BCG yang mana harus disuntikkan intradermal (harus terlatih untuk menyuntik intradermal ataupun subkutan) di daerah deltoidea bayi mungil tersebut..saya amat sangat terharu! bayi ini adalah anak pertama bagi orangtuanya. benar-benar harapan dan impian orangtua. apalagi ketika melihat ekspresi bahagia dari kedua orang tua si bayi Rizki, rasa lelah saya tidak berarti apa-apa. itulah kepuasannya. saya ikut larut dalam euphoria keluarga kecil ini. "dedek kalau besar mau jadi dokter juga kayak tante..bisa ngobatin orang.." ya ampuuun saya hampir menangis ketika si ibu berbicara penuh harap kepada bayi Rizki! padahal yang saya lakukan bukanlah hal besar yang patut untuk diberikan apresiasi setinggi itu..

saya juga bertemu dengan bayi-bayi kurang gizi alias marasmur-kwashiorkor. ya Tuhan..maafkan saya, karena pada awalnya saya (maaf) merasa mual ketika melihat mereka untuk pertama kali. karena benar-benar tidak pernah terlintas di kepala saya bahwa di luar sana banyak sekali bayi-bayi dan anak-anak yang tidak seberuntung saya dalam bidang kesehatan dan juga gizi. bahkan untuk memegang saja, saya tidak berani. saya takut tulang belulang mereka remuk ketika saya pegang, karena mereka terlihat sangat rapuh dan tak berdaya. seperti hanya tulang dibalut kulit. ya seperti itulah kira-kira. 

saya juga puas menemui kasus kejang pada bayi, karena memang ternyata sangat sangat banyak dan sangat sangat sering pada bayi. saya sering merasa sebal kepada orangtua pasien karena mereka kurang peka dan paham terhadap kondisi anak mereka yang sudah terlalu sering kejang. hmm..mungkin itu menjadi tugas semua tenaga medis untuk memberikan edukasi yang prima kepada orangtua pasien, terutama ibu-ibu.

yang paling unik adalah saya menemui Dimas, pasien Duchenne Muscular Dystrophy. haha, saya sempat tergelitik untuk memvideokan cara Dimas bergerak dari posisi duduk ke berdiri, karena sangat unik (disebut Gower's sign). namun juga berbahaya, karena ketika sistem motoriknya terganggu, makan otot-otot pernapasannya juga akan direang berikutnya. sehingga akan... ah, semoga tidak.

dan pelajaran yang patut untuk saya ingat seumur hidup adalah betapa harus bersyukurnya saya karena terlahir normal, tidak kurang suatu apapun. karena baru di sinilah untuk pertama kalinya saya kontak langsung dengan penderita keganasan, yang mengharuskan mereka menerima kemoterapi dengan segala efek samping obat yang terkadang sangat sulit untuk dijelaskan. saya jujur, pertama kali bertemu dengan seorang anak kecil penderita retinoblastoma (silahkan cari sendiri gambarnya), saya benar-benar kaget dan takut. saya tidak tega membayangkan perasaan bocah kecil ini yang kehilangan penglihatannya, sedangkan saya masih sibuk mengurusi mau softlens warna apa saya dalam 6 bulan ke depan agar terlihat lebih menarik?? oh, sungguh tidak pentingnya saya. saya sangat suka bangsal hematologi. saya mencintai pasien-pasien di sana, keluarga mereka, suasana kekeluargaan mereka terhadap saya, dan senyuman bocah-bocah yang harus menghadapi kenyataan bahwa mereka pengidap kanker namun tetap ceria adalah obat yang paling ampuh bagi saya untuk tetap bisa bertahan. Sukoba dengan perutnya yang membesar. Faisal dengan kepala botak dan pipi gembul karena efek obat. Ewa dengan keadaan yang semakin memburuk dan harus dirawat di ruang isolasi. Vira yang selalu bermasalah ketika post-transfusi, yang sesaat sebelum meninggal, ibunya menangis dan berkata "nak..gak papa kalau meninggal..gak sakit.." (i'm totally crying). Siska dengan NHL dan sempat selaput pembungkus paru-parunya dipenuhi oleh cairan. Rico dengan tumor ususnya yang begitu menyiksa. Bagas dengan perdarahan aktif hampir setiap harinya. dan semua-semuanya tak bisa saya sebutkan satu persatu. dan mereka ketika ditanya, sakit apa kamu dek? mereka menjawab..leukemia T.T


dan percaya atau tidak, kepribadian saya perlahan-lahan berubah semenjak saya bertugas di rumah sakit. dulu, saya sangat apatis, apalagi terhadap anak kecil.. sekarang, saya sudah lebih bisa berempati kepada oarang-orang yang sedang menderita kesakitan. saya lebih menghargai momen berharga bersama orang-orang terkasih :)

Jumat, 06 Mei 2011

officially graduated. Yihaa!

pas TK, pingin cepet-cepet SD
pas SD, pingin cepet-cepet SMP
pas SMP, pingin cepet-cepet SMA
pas SMA, pingin cepet-ceper kuliah
pas kuliah, pingin cepet-cepet jadi sarjana...



Utamy Fitridian, S.Ked - Hediaty Syafiera, S.Ked - Bella Nurindalia, S.Ked


i finally got my degree :)


my daddy - me - my mommy


finally, all completed. Alhamdulillah..

sebenernya sih ini super telat baru memposting kabar bahagia bahwa saya telah resmi menjadi seorang sarjana. tapi mending telat daripada tidak sama sekali khaan? hehehe..


dulu..duluuuu sekali, saya tidak pernah terpikirkan akan mengenyam pendidikan kedokteran seperti yang saya jalani sekarang. rasanya hidup saya berjalan tidak seperti yang saya harapkan dan impikan dulu. cita-cita pertama saya adalah menjadi seorang artis. artis di sini bermakna seniman lho ya, bukan artis-artis sinetron kacangan yang tiap hari mondar-mandir di layar tivi (thanks God sekarang saya jaraaang sekali nonton tivi :P). namun nasib berkata lain. jangankan menjadi artis beneran, artis bohongan pun tidak! haha, kira-kira menguap ke mana kah impian kecil saya dulu?

saya selalu mempunyai mimpi di setiap harinya, namun kerasnya hidup memaksa mimpi-mimpi saya tersebut terkubur sebelum sempat menampakkan wujud di depan mata saya. saya tahu, setiap manusia terlahir dengan segala kelebihan dan kekurangan, namun saya hanyalah manusia biasa yang masih merasa iri atas keberhasilan dan pencapaian orang-orang di sekitar saya. wajar saja kan? asal tidak berlebihan.. sekali ini hanyalah pengakuan lantang dari seorang manusia biasa seperti saya.


life.treats.you.so.unexpectedly.

Sabtu, 09 April 2011

untitled

H-1 koas senior.

berikut adalah gerbong yang akan saya lalui selama mengikuti program pendidikan profesi.


Dept. Pediatri - Dept. Neurologi - Dept. Obstetri Ginekologi - Dept. Oftalmologi - Dept. Dermato-Venerologi - Dept. Interna - Dept. Rehabilitasi Medik - Dept. THT - Dept. Anestesiologi - Dept. IKM - Dept. Forensik - Dept. Bedah - Dept. Psikiatri - Dept. Radiologi.

hahh..semoga bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya. amiin :)

Jumat, 25 Maret 2011

she was normal - IKJ #2

dia hanya tak bisa menerima kenyataan bahwa kakak kandungnya telah tiada, pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

dia hanya tak bisa menerima bahwa hanya kegagalan demi kegagalan yang dia dapat atas apa yang dia cita-citakan sejak kecil, menjadi seorang polwan.

dia hanya tak bisa menahan sakit hatinya terhadap laki-laki yang pasti dia sangat cintai, tergambar dari bekas cincin di jari manisnya.

dia hanya tak bisa menerima ke dalam tangannya disuntikkan obat-obatan penenang saat emosinya sedang melonjak hebat.



i talked to her. we had a lot of laugh. she talked in English, but always said "f*ck you" when she felt bad. she gave me her cookies. she gave me her phone number so i could send her sms, although when i dialed that number, it wasn't connected. she told me about her family, and i kept trying to pretend to understand what she meant at all. we had chats. she showed me how the drugs injected into her body, haha. that was the funniest part! she told me that she had a boyfriend in Baturaja (and i felt pity to myself, i didn't have any one, haha). 


thank you for you time, patient. 

unhealthy part. 2

(melanjutkan posting yang berjudul unhealhty)

okey, dan akhirnya saya sudah tidak tahan lagi menahan nyeri ini. semalam, saya memastikan ada tidaknya ciri-ciri gigi geraham bungsu akan tumbuh ataupun ada tidaknya gigi yang berlubang yang menyebabkan saya mengalami gangguan aktivitas karena nyeri hebat ini.

dengan modal penlight saya dan pinjaman kaca mulut punya adik saya, saya memeriksa gigi geligi saya sendiri di depan cermin. pertama-tama saya mengobservasi rahang kanan atas saya, di mana rasa nyeri terasa sangat hebat. satu-persatu saya lihat, tidak ada gigi yang berlubang. tidak ada. (FYI, sejak tahun 2001, saya sudah tidak mempunyai keluhan lagi dengan gigi geligi saya). saya yakin sekali. lalu saya mengalihkan cahaya penlight ke arah gusi paling belakang, karena kemungkinan akan tumbuh gigi geraham bungsu (ini pendapat mama dan adik saya). okelah saya lihat, padahal sebenarnya saya tidak merasakan adanya tanda-tanda akan tumbuh gigi. yang terlihat memang sedikit pembengkakan di sana, dan tampilan keputih-putihan. namun sekali lagi saya yakin ini bukanlah gigi yang akan tumbuh.

sakit kepala sebelah kanan (migrain) ini semakin menghentak. saya tidak bisa berkonsentrasi. telinga saya sakit (saya sempat menyangka ada yang salah dengan telinga atau tuba eustachius saya karena flu berat). walaupun sudah meminum anti-nyeri pun, tidak ada pengaruhnya.

dan akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter gigi.


dan inilah percakapan yang terjadi antara saya dan sang dokter gigi..


drg : "ya, silahkan duduk.."
saya : (ambil posisi di kursi periksa dan langsung kumur-kumur)
drg : "kenapa?"
saya : "saya merasa nyeri. sangat nyeri di rahang atas. tapi saya gak bisa melokalisir (menunjuk) bagian mana yang nyeri. seluruh rahang kanan atas nyeri."
drg : "sudah berapa lama?"
saya : "tiga hari yang lalu"
drg : "makan apa sebelumnya? yang keras-keras?"
saya : "hmm..gak ada. makan biasa. cuma kemaren lagi flu berat, tapi menurut saya gak ada hubungannya, dok"
drg : "okey, kita periksa" (ngambil kaca mulut dan sonde, lalu mulai beraksi). yang ini sakit?"
saya : "gak"
drg : "yang ini sakit?" (men-sonde geligi saya kemudian mengetok-ngetoknya)
saya : "gak dok.."
drg : "hmm...gak ada apa-apa ini giginya. nyerinya di bagian mana aja?"
saya : "nyerinya sampe migrain dan kadang-kadang di belakang mata. nyeri banget dok.."
drg : (kembali mengecek rahang saya) kok kayaknya gak mungkin dari gigi ya.. ya udah, saya kasih obat antinyeri aja dulu"
saya : *cletak!!* (saya menutup mulut, dan sang dokter gigi langsung noleh merhatiin saya)
drg : "coba kamu buka mulut lagi" (kedua telapak tangannya menempel di temporal saya)
saya : (mangap-nutup-mangap-nutup)
drg : "oohh..TMJ kamu bergeser. pantes.. ternyata di sini masalahnya. kalo ada masalah sama TMJ memang sudah gak karuan sakitnya. kamu lagi ujian gak sekarang?"
saya : "gak dok. lagi kuliah biasa"
drg : "atau lagi stress? lagi ada yang dipikirin?"
saya : "hee enggak dok" (nyengir)
drg : "soalnya biasanya stress bisa menjadi pemicunya"
saya : *JLEB*
drg : "okey, kita obatin dulu aja ya, kalo masih nyeri, harus difoto (maksudnya adalah TMJ x-ray)"
saya : *cemass...*


saya sudah menyangka sebelumnya akan ada masalah yang terjadi dengan rahang saya, mengingat saya mempunyai kebiasaan buruk selama bertahun-tahun untuk "membunyikan" TMJ saya bila sedang tidak ada kerjaan atau sedang pusing. daaan inilah dampak buruknya. di samping itu, saya juga suka sekali tertawa terbahak-bahak. astaga..ternyata benar ya ajaran agama, kalau tertawa tidak boleh sampai terbahak-bahak (ampuni hamba ya Allah). namun saya tidak pernah menyangka disfungsi atau kerusakan TMJ saya akan datang secepat ini.

bagi yang belum tahu, apa sih TMJ itu, cekidot gambar di bawah ini ya :)


bagian yang dilingkari kuning itulah yang disebut TMJ (TemporoMandibular Joint). sendi ini amat rentan terhadap trauma atau dislokasi yang disebabkan oleh seringnya "memainkan" rahang dan membuka mulut terlalu besar, contoh bila sedang tertawa atau menguap.

dan memang benar, saya selalu merasakan krepitasi ketika membuka mulut terlalu besar. dan sekarang saya kena batunya. saya tidak tahu, apakah otot-otot dan tendo yang melekat di sekitar sendi masih berfungsi bagus atau tidak. hanya satu doa saya, semoga tidak ada fraktur halus di daerah TMJ ataupun rahang atas ya Allah (mengingat ini nyeri sekali).

dan inilah contoh dari TMJ x-ray




haha, saya teringat kuliah dari Sp.BP necis minggu lalu ketika saya sedang mengikuti KKJ di departemen bedah RSMH. si Sp.BP necis sempat memeperlihatkan beberapa foto nyata dari orang-orang yang mengalami pergeseran TMJ dan fraktur maksilla atau rahang atas. daaaan saya sangat tidak tertarik untuk mempunyai kondisi yang demikian menyakitkan. oh no. saya tidak sanggup. 


semoga lekas sembuh. amiin :")