Senin, 28 Februari 2011

harapan sederhana seorang anak manusia

ya Allah..

hamba memohon agar diberikan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang Engkau berikan kepada hamba. hamba mencoba melihat dari sisi positifnya, tentu saja dengan bantuan seorang ibu yang Engkau jadikan penerang hati hamba. bantu hamba dalam menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. lebih cakap dalam me-manage emosi yang masih naik turun tidak stabil.

ya Allah..

apa yang selama ini terjadi pada hamba hanya bisa hamba syukuri sebagai nikmat perjalanan hidup. sebagai pelajaran dan pengalaman agar bisa melakukan yang lebih baik lagi di kemudian hari. jangan jadikan hamba sebagai pribadi yang sombong dan dipenuhi dengki. walaupun rasa iri dengki tersebut tak bisa hamba bendung, namun paling tidak hamba mempunyai akal sehat yang bisa hamba andalkan.

ya Allah..

hamba hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. yang mampu menolong sesama dengan kemampuan yang Engkau amanahkan kepada hamba. dengan keilmuan yang Engkau titipkan kepada orang-orang yang beruntung, termasuk hamba. terimakasih ya Allah. hamba sadar, hamba hanyalah manusia dengan kadar keimanan dan ketaqwaan yang amat sangat pas-pasan. bahkan bisa dikatakan di bawah standard seorang muslim seharusnya. bantu hamba ya Allah agar selalu berada di jalan yang lurus.

ya Allah..

hamba sangat sangat mencintai keluarga hamba. ridhoilah kami disetiap jalan yang ditempuh. hindarkan kami dari niat jahat ataupun orang-orang yang membawa pengaruh buruk bagi kami. terus terang hamba ingin kebersamaan keluarga ini terjalin hingga puluhan tahun berikutnya. hingga hamba bisa membuat orangtua hamba bangga karena telah mencurahkan segala kasih sayang dan perhatian dalam mendidik hamba sedari kecil. hamba ingin membalas semuanya.

ya Allah..

hamba galau sekali malam ini. Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu. tanpa hamba jabarkan pun, Engkau pasti sudah lebih memahami. hamba hanya ingin perlindungan dari-Mu...


Minggu, 27 Februari 2011

to Doni

semenjak kejadian beberapa hari yang lalu (ada di postingan yang sebelumnya, red) Doni seperti hilang dari peredaran, setidaknya peredaran dunia saya. saya juga tidak terlalu paham mengapa dia berubah seperti itu.

kecewa? jelas. saya kehabisan cara untuk membangun komunikasi lagi dengan Doni. Doni drastis tidak pernah mengirimi saya sms-sms lagi. tidak pernah menggoda saya lagi di situs jejaring sosial. tidak pernah lagi beramah tamah dengan saya. semuanya drastis berubah. bahkan seperti tak saling mengenal.

tujuan saya hanya satu. saya ingin meluruskan miskomunikasi yang terjadi sebelumnya. saya hanya ingin meminta maaf karena mungkin secara sadar ataupun tak sadar pernah menyinggung perasaannya. atau malah mungkin Doni juga sudah membaca blog saya ini? entahlah. wallahu'alam.

saya ingin sekali berbicara panjang lebar dengan Doni. saya ingin memberi tahu bahwa saya tidak bisa berada di dalam kondisi yang serba drastis seperti sekarang. i was loosing my grip! saya harus mendiskusikan hal ini bersama-sama untuk menstabilkan emosi saya. tapi yah sudahlah, sepertinya tak ada respons yang bermakna dari seorang Doni. entahlah, mungkin karena saya dianggap bukan sosok yang penting dalam kehidupannya.


so, i quit. so far.

 

Sabtu, 26 Februari 2011

Fall Again - Glenn Lewis

Feels like a fire that burns in my heart
Every single moment that we spend apart
I need you around for every day to start
I haven't left you alone
There's something about you, I stare in your eyes
And everything I'm looking for I seem to find
All this time away is killing me inside
I need your love in my life

I wanna spend time till it ends

I wanna fall in you again
Like we did when we first met
I wanna fall with you again


We fought in a battle, nobody one

And now we face a mountain to be overcome
You can't turn away, the past is said and done
I need us to carry on

I wanna spend time till it ends

I wanna fall with you again
Like we did when we first met
I wanna fall with you again


You'll try everything you never thought would work before

When you live, when you love, and you give them your all
You can always give up some more
Baby nothing means anything unless you're here to share with me
I can breathe, I can bleed, I can die in my sleep
Cause you're always there in my dreams

Jumat, 25 Februari 2011

mencoba melihat dari dua sisi

saya menuliskan kisah dua orang teman saya yang saya kenal baik. saya harus bersikap netral karena dalam hal ini tidak ada yang menyalahkan dan dipersalahkan. saya berusaha mengambil hikmah dari kisah ini se-objektif mungkin sesuai dengan logika saya.


-Andre-
saya mengenal Sheila sudah beberapa bulan, mungkin hampir satu tahun belakangan. salah seorang teman saya merekomendasikan Sheila kepada saya ketika saya iseng-iseng minta dicarikan seorang kenalan yang yaaah cukup "lumayan" lah. singkat cerita, saya pun akhirnya mengenal Sheila melalui situs jejaring sosial. terus terang saya hanya berani membangun komunikasi dengan Sheila hanya via chatting. bukan karena jarak kami yang berjauhan, tapi hanya saja saya masih menikmati saat-saat ber-chatting ria bersama Sheila. kemudian saya memberanikan diri untuk meminta nomor teleponnya. dari situ, saya jadi sering mengirim sms ke Sheila. sangat menyenangkan ternyata. dan sepertinya saya mulai jatuh hati. 
pada suatu acara, saya secara tidak sengaja bertemu langsung dengan Sheila. namun parahnya saya belum siap sama sekali! sumber intelijen saya mengatakan bahwa Sheila termasuk perempuan yang tergolong tegas dan tanpa basa-basi. jujur, saya sedikit ragu apakah Sheila memang seperti itu atau tidak. entahlah.


-Sheila-
saya termasuk tipe anak muda masa kini. doyan jalan-jalan, karokean, dan tentu saja internet-addicted! namun, dibalik semua itu, saya mungkin termasuk dalam kelompok perempuan yang tidak memiliki kepekaan sosial, terlebih kepada lawan jenis. hahh. entahlah. mungkin karena sudah terlalu bosan disakiti lelaki. jadi dampaknya adalah saya sedikit menjadi introvert bila berhadapan dengan lawan jenis. namun saya senang sekali bila ada orang-orang baru yang ingin berteman dengan saya! salah satunya adalah Andre. sejauh ini, saya mengenal Andre sebagai sosok yang dewasa dan sabar. haha, sangat bertolakbelakang dengan kepribadian saya yang masih sering menggebu-gebu seperti banteng.


-Andre-
saya tidak pernah menyangka bahwa Sheila merupakan sosok yang sangat menarik aslinya! dan terus terang, ini membuat saya semakin terpukau dan jatuh hati. saya memperhatikan cara dia membawa diri di depan teman-teman sebayanya. tertawa lepas seakan besok pemerintah akan mengeluarkan larangan tertawa di depan umum. wajar bila Sheila mempunyai banyak teman. yah, Sheila memang cantik, walaupun bukan cantik seperti kebanyakan perempuan pada umumnya yang mempunyai fisik yang sempurna. justru karena kekurangan Sheila ada di mana-mana itulah yang membuat dia terlihat cantik dan menarik. pada saat itu, saya dipertemukan dengan Sheila. saya deg-degan juga sih. sempat bingung mau ngobrol tentang apa. namun dengan pandainya Sheila menguasai suasana dan dalam sekejap ia membuat suasana obrolan menjadi hangat.. how i.. she's really perfect, at least for me.


-Sheila-
saya kaget ternyata Andre mempunyai nyali juga untuk menelepon saya, haha. yaah kami ngobrol-ngobrol mengenai banyak hal, dan pastinya saya menyelipkan candaan-candaan garing a la saya. awalnya saya menanggapi biasa-biasa saja, namun lama kelamaan Andre semakin intens menelepon saya dan mengajak saya mengobrol tentang apa saja. ia juga beberapa kali mengajak saya keluar. lantas saya yang tingkat kepekaannya sangat rendah baru menyadari bahwa Andre sepertinya menyukai saya. owh..


-Andre-
ya, saya amat sangat menyukai Sheila! demi Tuhan! saya merasa telah menemukan tambatan hati yang selama ini saya cari. alhamdulillah.. namun masalah lain datang, bagaimana cara saya mengungkapkan perasaan kepada Sheila? ia berhak tahu mengenai perasaan saya selama ini. saya sudah tak tahan untuk berbagi rasa. ternyata rasa suka saya padanya mampu menutupi semua sifat-sifat buruk yang ada dalam diri Sheila. saya menyukainya apa adanya ia. tanpa syarat. lantas saya memutuskan untuk melakukan pendekatan yang lebih serius, karena saya tidak main-main dengan pengharapan saya kepada Sheila.


-Sheila-
kami beberapa kali keluar bersama. Andre baik, sopan, dan lembut. namun, sangat disayangkan saya sering sekali merasa kesal kepadanya karena saya merasa ia sangat kaku dan sangat irit bicara. hal itu yang membuat saya bingung setengah mati, karena saya bukanlah seseorang yang suka bicara sendirian! i need partner in every conversation. saya terkadang mati kutu bila terdapat dead air walaupun berlangsung hanya beberapa menit. dan mungkin ini yang membuat saya tidak menemukan "greget" di setiap pembicaraan.

 
-Andre-
saya mengikuti setiap perkembangan Sheila. geng intelijen saya pun tak main-main, mulai dari teman-teman sebaya Sheila hingga teman-teman ayahnya Sheila. semua saya jadikan sumber informasi berharga untuk mengetahui sosok Sheila yang sesungguhnya. saya memberi kabar ke orangtua saya bahwa saya telah menemukan gadis impian saya di sini. dan saya serius berniat untuk membawa Sheila ke hadapan mereka sebagai calon istri. orangtua saya sudah setuju dengan pilihan saya, dan rencananya dalam beberapa bulan ke depan saya akan melamar Sheila. tak sabar rasanya menunggu saat-saat itu.


-Sheila-
jiwa muda saya sedang melonjak seperti EKG, tak pernah stabil. saya belum terpikir sama sekali untuk merubah status menjadi istri orang dalam waktu dekat. masih banyak hal yang harus saya capai terlebih dahulu, terutama studi. saya sangat memimpikan untuk bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri. dan saya memang tengah perlahan-lahan mempersiapkannya. di satu sisi, saya harus memikirkan diri saya pribadi dan di sisi lain juga saya harus memikirkan orang-orang yang selama ini mendukung saya. penah suatu waktu Andre mengajak saya berbicara serius mengenai pernikahan. namun, lagi-lagi kepekaan saya yang sangat dibawah standard lambat menyadari bahwa saya adalah target operasi beliau. poor me.


-Andre-
dunia saya seakan runtuh ketika saya membaca catatan harian Sheila. mengapa saya bego sekali membaca kisah kehidupan pribadi orang lain?!! di situ jelas tergambar bahwa Sheila sedang menyukai pria, namun pria itu bukanlah saya! aarggh! jadi selama ini saya hanya bertepuk sebelah tangan?? saya masih berusaha mengumpulkan kepingan hati saya yang sudah remuk. saya hopeless. saya kecewa. pengharapan saya sudah sebegitu besarnya terhadap Sheila. kebaikan Sheila selama ini sukses membuat saya luluh. namun apalah artinya lagi sekarang.. impian untuk membangun rumah tangga bersama Sheila hancur sudah. saya tak punya harapan lagi... akhirnya saya memutuskan untuk mengirimi sebuah pesan kepada Sheila. pesan yang cukup singkat namun mewakili apa yang ada di dalam hati saya sekarang.


"Sheila yang cantik,
saya hanya menawarkan cinta yang sederhana
cinta yang tulus tanpa tendensi dan syarat
cinta yang semata karena Allah, dalam ikatan syar'i
karena saya percaya Allah akan berikan seorang wanita baik untuk pria yang baik. 

saya sudah bilang ke orang tua saya, bahwa disini saya temukan seorang gadis yang baik,
dari keluarga yang baik,
dia mungkin akan jadi ibu dari anak-anak saya kelak.

tapi tampaknya cinta saya bertepuk sebelah tangan,
saya membaca catatan harian Sheila sore ini, dan saya merasa..............HOPELESS.

maafkan karena saya terlalu Ge-eR dengan kebaikan Sheila."


-Sheila-
saya pun ikut sedih dan terharu ketika membaca pesan yang dikirim oleh Andre. namun saya  tak bisa berbuat banyak. terus terang saya bahagia ternyata masih ada yang melihat saya bukan hanya sekedar dari sisi luarnya saja. maafkan saya Andre karena telah membuatmu merasa kecewa.



-saya-
no comment... T__T


untitled posting

what's been gone away, gone away. seperti sekarang yang saya alami. sedikit takjub saya pagi ini mendapati suatu kenyataan bahwa seseorang yang dulu pernah sangat dekat dengan saya, sekarang (sepertinya) sudah punya pasangan yang baru! uwwwooo selamat yah! i'm happy for you :) benar kan apa yang saya pernah katakan dulu, bahwa kamu tidak bakal sesulit yang kamu kira untuk mendapatkan yang lebih baik daripada saya.

memori saya terbang ke beberapa waktu yang lalu ketika saya dan kamu sering sekali terlibat pertengkaran hebat. yang ujung-ujungnya menjadikan perjalanan yang sudah ditempuh selama ini harus berhenti juga. saya tidak menyesali. saya juga tidak ingin mengingat-ingat kenangan-kenangan buruk yang pernah terjadi. what for? pikir saya. saya hanya ingin mengenang yang baik-baik saja. saya juga ingin berterimakasih atas semua pelajaran mengenai kehidupan yang secara tak sadar kamu ajarkan kepada saya. really appreciate it! it was nice, brother :)

terus terang saya turut merasa bahagia. tapi saya harap, kamu masih mau bersilaturahmi dengan saya ataupun dengan keluarga saya. sekali lagi, selamat yaa! saya tunggu lho undangannya :D hehehe.

saatnya menyusun langkah baru, Rara! face the world, grab your dreams! insyaAllah. amiin ya Robbal'alamin.

......

Kamis, 24 Februari 2011

does size matter? yes, it does!

okey..fenomena yang sedang merebak di beberapa teman satu angkatan saya adalah --> berburu pasangan menjelang koas. pertanyaan --> apakah saya juga turut dalam barisan? jawabannya bisa ya bisa juga tidak. tergantung sudut pandang.

namun, bukan karena alasan saya "kejar setoran" untuk memiliki pasangan ketika lulus kuliah (menjelang koas, red) lantas membuat saya buru-buru mencari pasangan. bukan. melainkan lebih kepada saya merindukan merasakan rasanya jatuh cinta (ada di posting sebelumnya). saya merindukan sensasi-sensasi yang dialami ketika jatuh didalamnya.

and the show must go on. akhir-akhir ini saya memang sedang dekat dengan seseorang. yaaah bukan orang baru sih di kehidupan saya. kami berteman sejak beberapa tahun yang lalu.

sebut saja Doni. secara umum Doni baik dan menyenangkan. hmm.. saya juga kurang ingat tepatnya sejak kapan dia sering mengirim pesan singkat ke ponsel saya. dan parahnya lagi hampir tiap hari Doni menyapa saya via sms di pagi hari hingga menjelang tidur malam. laki-laki satu ini juga terbilang sangat eksis di halaman jejaring sosial saya sampai-sampai pernah dengan sangat suksesnya membuat pacar saya pada saat itu jealous to the max, walaupun tanpa Doni ketahui bahwa saya sedang mempunyai seorang pacar. dan kemudian saya dan pacar saya waktu itu bertengkar hebat.

beberapa waktu terakhir saya dan Doni semakin ingin mengenal satu sama lain. layaknya laki-laki pada umumnya yang sedang melakukan pendekatan kepada seorang perempuan, Doni tak canggung-canggung mengajak saya keluar. dan saya pun menyetujuinya.

semuanya berjalan lancar dan menyenangkan. dan perlahan-lahan saya sedikit demi sedikit mengingat kembali bagaimana rasanya jatuh cinta. mood saya stabil. saya menjadi murah senyum. dan saya mulai mengalami sensasi-sensasi aneh ketika ringtone ponsel berbunyi, ketika bercermin, apalagi ketika mengetik sebuah pesan singkat yang ditujukan untuknya. honestly, i was so happy :)

but one single twist changed everything! betapapun kuatnya seorang perempuan, dia tetaplah seorang perempuan. yang halus perasaannya dan ingin selalu merasa nyaman berada di sisi seseorang yang dia anggap spesial. hari itu, saya dan Doni keluar lagi. tidak ada yang aneh kecuali pada saat malam harinya.

saya memutuskan untuk tidur lebih cepat dari biasanya dan mengurangi kebiasaan online malam saya perlahan-lahan. sesaat sebelum tidur, Doni meng-sms saya. isinya seperti biasa, bertanya apa yang sedang saya lakukan pada saat itu. saya membalas pesannya. dan beberapa menit kemudian ponsel saya berbunyi lagi, tanda ada balasan pesan darinya. di pesan ini, Doni menanyakan apakah dia boleh jujur dalam mengatakan sesuatu. tentu saja saya jawab iya!

keadaan berbalik 180 derajat ketika saya membaca balasan pesan dari Doni selanjutnya. silahkan artikan sendiri ya ke dalam bahasa Palembang.


"you looked fatter in skirt you wore"


satu detik..

dua detik..

tiga detik..

...

sepuluh detik..
ya, selama sepuluh detik saya terpaku pada layar ponsel. setengah percaya setengah tidak.

dan ketika kesadaran saya kembali ke posisinya semula, saya menyadari sesuatu hal bahwa Doni tidaklah sepenuhnya menginginkan saya apa adanya.

well, dengan penuh maaf saya (melalui blog ini) mengatakan bahwa saya bukanlah seseorang yang bisa dan mau tampil menarik pada setiap detik. saya bukanlah seseorang yang ingin disukai hanya karena saya "gak malu-maluin pas diajak jalan". dan saya tidaklah sempurna. i am so sorry.

saya membalas pesannya..
"yes, i am fat. i am."


dan sejujurnya saya sedang malas untuk berdebat. satu kalimat jujur dari Doni merubah segalanya. se ga la nya.

di saat saya hampir merasakan jatuh cinta, saya kecewa.

well, actually i'm not gonna get into a relationship with a fashion police! saya bakal sangat ribet bila saya harus memperhatikan setiap detil yang saya pakai. baju, rok, sepan, kemeja, tas, sepatu, sendal jepit, jam tangan, cincin, dan segalanya. dan saya bisa memastikan saya tidak akan merasa nyaman. padahal tujuan kita mencari pasangan adalah untuk berbagi pikiran kan?




jujur, saya tidak menyimpan dendam atau apalah kepada Doni. namun, andai Doni membaca ini, saya hanya berpesan bahwa what you want never comes to you. but what's good for you is never been seen by you. so grow up. see the world wisely. it's so easy to see somebody's ugly side, but it's a big honour if we keep the mouth shut up.

begitulah manusia. lebih spesifiknya, begitulah bocah. masih benar-benar sempit dalam memandang sesuatu.


so, does size matter? yes, it does.

Minggu, 20 Februari 2011

it is called "galau"

terlalu naif memang bila saya dulu (menjelang usia 20 tahun) punya impian kurang lebih seperti ini :

"by the age of 20, i'm wishing a better life, study, and love life (a man who will get serious with me).amiin"

untuk beberapa saat saya merasa seluruh yang ada di kalimat tersebut telah saya miliki. dan saya sangat bersyukur akan hal tersebut. tentu saya berharap bahwa keadaan yang sedang saya punya saat itu akan bertahan selamanya. namun, nasib berkata lain.

setahun kemudian, di saat usia saya tepat 21 tahun, nasib berkata lain. satu per satu dari kalimat impian saya rontok. better life? i don't think so. better study? not as much as i wished. better love life? it's getting even worse!

berat rasanya saya harus membangun semuanya dari awal. saya yang sebelumnya tergantung dengan seseorang harus bisa lebih mandiri dalam memanage pikiran saya sendiri. jujur, saya memang sensitif dan moody. sehingga saya hampir merasa tidak sanggup bahkan hanya untuk memutuskan apakah saya boleh untuk memulai kisah yang baru atau tidak.

saya dipenuhi kegalauan. saya juga sudah cukup lama mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ada pada diri saya agar tidak terulang di kemudian hari. dan setelah semua fase penuh beban saya lewati dengan sabar, saya pelan-pelan menarik kesimpulan "I deserve much better than this!"

dan saya sangat bersyukur saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik kepada saya dan juga keluarga saya, yang siap menghibur saya kapanpun, yang selalu "mengisengi" saya dengan lelucon2 garing, dan semuanya. alhamdulillah..

namun dari semua itu, saya masih tetap sering merasa sendiri dalam keramaian. hmm kalau diistilahkan jaman sekarang keadaan saya kurang lebih menjadi "galau". jujur, saya rindu merasakan rasanya jatuh cinta. sensasi deg-degan. sensasi kegirangan ketika ringtone sms atau telpon berbunyi. sensasi senyum-senyum sendiri di depan cermin. sensasi menjadi lebih feminin. gooossshh, i miss that so!

I really do.

Selasa, 15 Februari 2011

setitik air mata menjelang wisuda

alhamdulillah hari ini urusan pendaftaran wisuda kelar semua. senang? belum tentu.. ternyata ada yang membuat hari saya yang riang gembira mendadak turun sampai ke titik terendah.

pulang dari Indralaya, saya mampir ke Madang dulu karena mobil bapak saya parkir di sana. dan sekalian saya melihat pengumuman nilai blok 20 dan 21 yang beberapa hari sebelum yudisium sudah tertempel namun saya belum sempat melihat-lihat.

okey..pertama yang saya lihat adalah daftar nilai blok 20. sreeeeeet..bagus.. alhamdulillah.. next, saya beralih ke lembar pengumuman nilai blok 21.. feeling saya kok agak kurang enak ya..?

saya dengan sigap mencari nama saya, dan..wow betapa kagetnya saya mendapati nilai blok 21 yang (astaga) cuma 2.2??!!! how come? dan yang lebih menyakitkan lagi mahasiswa di kelas rata-rata menadapat nilai 3.4.. it really hurts.
well..bukan bermaksud apa-apa, seumur-umur saya baru kali ini dapat nilai  2.2 dan bukan hanya itu, pikiran saya langsung otomatis melancong ke beberapa bulan lalu ketika blok 21 diselenggarakan. saya berusaha sekeras mungkin untuk introspeksi diri terlebih dahulu sebelum men-judge adanya faktor X lain.

yang saya ingat.. blok 21 adalah :
1. blok Ilmu Kedokteran Keluarga
2. saya tidak pernah absen kuliah
3. saya tidak pernah menandatangani absen mahasiswa lain
4. saya datang ke kelas sebelum dosen datang
5. saya mengikuti seluruh tutorial dan skill lab dgn baik
6. saya mengikuti ujian MCQ yang notabene soalnya beda tipis dgn soal ujian tahun lalu (everybody knows that!!)
7. saya mengikuti ujian SOCA yang kasusnya sama dgn tutorial
8. saya mengikuti ujian OSCE yang saya yakin sekali dgn apa yang sudah saya persiapkan sebelumnya
9. saya mempelajari materi yang sama dgn teman2 sekelompok belajar saya (dan nilai teman2 saya meroket jauh. absolutely breaking my logic!) jadi saya bisa mentoleransi kalau ada variasi nilai yang tidak begitu jauh. namun tidak dalam kasus saya.

well..saya tak tahu harus protes dan menanyakan hal ini kepada siapa. kalaupun saya nanti mempermasalahkan hal ini, saya seribu persen yakin saya tidak akan mendapat jawaban yang memuaskan, setidaknya menjawab rasa penasaran akan keajaiban nilai saya yang sangat memalukan ini.

saya tahu, ketika orang melihat daftar nilai blok 21 tersebut, mereka pasti berkomentar "gila..bodoh amat ini anak.." ketika melihat nama saya. but unfortunately i'm not that stupid! 

dan saya jadi penasaran tentang mahasiswa yang mendapat nilai full 4.0, how smart are they?
yah, ini adalah secuil ketidakadilan hidup yang harus saya alami dan lewati demi mendewasakan saya dan mengecilkan IPK tentunya. thank you so much! this is really an unforgettable moment in my end of study.

ke mana saya harus protes? ke mana saya harus mengadu?
ada hadist yang mengatakan bahwa kita boleh membalas perlakuan orang lain terhadap kita asal setimpal, namun lebih baik bila kita bersabar. i'm sorry i'm not that patient.

ya Tuhan, beri tahu saya bagaimana untuk membalas ini. saya menyerahkan semua pada kuasaMu. semoga ada hikmah di balik semua ini. amiin.